Rabu, 04 Mei 2011

Research - PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA


Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Penggunaan Systim Jaringan di
Perpustakaan Negara Republik Indonesia 

 
Falsafah Logo
Perpustakaan Nasional RI
Falsafah Logo
Perpustakaan Nasional RI
  BUKU TERBUKA
melambangkan sumber ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang
  NYALA OBOR
melambangkan pelita dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa
  DUA TANGAN TERKATUP DENGAN LIMA JARI MENOPANG
melambangkan ilmu pengetahuan baru dapat dicapai melalui pembinaan pendidikan seutuhnya dengan ditunjang oleh sarana pustaka yang lengkap
  LIMA DASAR PENUNJANG DAN LIMA SINAR MEMANCAR
melambangkan dasar falsafah Pancasila dalam ilmu pengetahuan menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya yang berguna bagi nusa dan bangsa
  LATAR BELAKANG LINGKARAN
melambangkan kebulatan tekad dalam usaha mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia
  WARNA BIRU
adalah warna yang memiliki sifat tenang dan memberikan kesan kedalaman. Jadi, pengertian warna biru pada logo Perpustakaan Nasional RI ialah ketenangan berpikir, dan kedalaman ilmu pengetahuan yang dimiliki merupakan landasan pengabdian kepada masyarakat, nusa dan bangsa.

Visi dan Misi
Perpustakaan Nasional RI

Visi :
Terdepan dalam informasi pustaka, menuju Indonesia gemar membaca

Misi :
(1) mengembangkan koleksi perpustakaan di seluruh Indonesia,
(2) mengembangkan layanan informasi perpustakaan berbasis teknologi informasi
dan komunikasi (TIK), dan
(3) mengembangkan infrastruktur melalui penyediaan sarana dan prasarana serta
kompetensi SDM.



Seluruh Foto Gedung
Tersimpan
 

http://kelembagaanfiles.pnri.go.id/images/about_us/buildings/thumb/thumbdeputi22004.jpg
Gedung Deputi Sumber Daya Perpustakaan
http://kelembagaanfiles.pnri.go.id/images/about_us/buildings/thumb/thumbgedung_deputi_1_2002.JPG
Gedung Deputi I Perpustakaan Nasional RI
http://kelembagaanfiles.pnri.go.id/images/about_us/buildings/thumb/thumbsekretariat20041.jpg 
Gedung Sekretariat Utama dilihat dari utara
 http://kelembagaanfiles.pnri.go.id/images/about_us/buildings/thumb/thumb5a1.jpg 
Lahirnya Institusi Perpustakaan



Alur System Jaringan dalam menjalankan PERPUSTAKAAN NASIONAL RI dengan
seluruh cabang-cabangnya.

Secara umum Perpustakaan Nasional RI memiliki 2 site utama dalam menjalankan sistem jaringan komputernya :
  1. Menggunakan Standar Cisco System dalam membangun jaringan komputernya yang dikenal sebagai 3 lapis hirarkis , dibagi atas 3 lapis (layer)
A.
Core Layer
B.
Distribution Layer
C.
Access Layer

Core Layer
  Core Layer; digunakan sebagai backbone jaringan, termasuk didalamnya berisi switch dengan kemampuan tinggi dan menggunakan fiber optic. Pada lapis ini tidak ada pembatasan restriksi jaringan. Perpustakaan Nasional RI menggunakan Switch Blade Allied Telesyn SB- 4008 yang memiliki 12 modul Fiber Optic Ethernet 1000BaseSX

Core Layer

Switch Blade Allied Telesyn SB- 4008



Distribution Layer
Virtual Local Area Network (VLAN)
Distribution Switch Cisco Catalyst 2960
 

Distribution Layer
Port 100BaseT

uplink 2 Port 1000BaseSX


Access Layer
Pada layer ini, masing – masing device/ host dapat terhubung. Perpustakaan Nasional RI menggunakan Unmanageable switch yang umumnya 8 Port 100/1000BaseT yang terhubung ke distribution switch. Switch yang digunakan beragam merk.

Access Layer
Unmanageable switch
Jenis jaringan computer
  WAN
  LAN
  Area DMZ (De-Militerized Zone)
  WAN
  LAN


WAN
  WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
  WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

 
LAN
  Jaringan wilayah lokal (bahasa Inggris: local area network biasa disingkat LAN) adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Area DMZ
(De-Militerized Zone)
  Firewall DMZ – memberikan suatu segmentasi jaringan jika anda perlu hosting public resources seperti web server dengan aman
  Untuk menghubungkan jaringan private / business kita dengan jaringan public seperti jaringan Internet, tentulah kita harus mengatur aliran traffic paket dengan menggunakan perangkat Firewall yang diperkuat dengan policy keamanan. Dengan firewall, semua traffic dipaksa melalui satu check point tunggal yang terkosentrasi dimana semua traffic di kendalikan, di-authentikasi, di filter, dan di log menurut policy yang diterapkan pada firewall tersebut. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi secara significant akan tetapi tidak menghilang kan traffic yang tidak kita harapkan yang akan mencapai jaringan private kita.
 
Area DMZ
(De-Militerized Zone)
  Firewall DMZ – memberikan suatu segmentasi jaringan jika anda perlu hosting public resources seperti web server dengan aman
  Untuk menghubungkan jaringan private / business kita dengan jaringan public seperti jaringan Internet, tentulah kita harus mengatur aliran traffic paket dengan menggunakan perangkat Firewall yang diperkuat dengan policy keamanan. Dengan firewall, semua traffic dipaksa melalui satu check point tunggal yang terkosentrasi dimana semua traffic di kendalikan, di-authentikasi, di filter, dan di log menurut policy yang diterapkan pada firewall tersebut. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi secara significant akan tetapi tidak menghilang kan traffic yang tidak kita harapkan yang akan mencapai jaringan private kita.
 
Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia
  Perpustakaan Mitra yaitu 33 Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) dan 2 Perpustakaan Proklamator, Perpustakaan Bung Karno-Blitar Jawa Timur dan Perpustakaan Bung Hatta-Bukittinggi Sumatera Barat, yang dihubungkan dengan Virtual Private Network (VPN)- Multi Protocol Label Switching (MPLS). 
Virtual Private Network
(VPN)
  VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi (misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.
Virtual Private Network
(VPN)
 
Multi Protocol Label
Switching (MPLS).
  Multiprotocol Label Switching (disingkat menjadi MPLS) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada pada lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.
Multi Protocol Label
Switching (MPLS).
  Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

VPN harus dapat
mendukung paling tidak 3
mode pemakaian :
  Koneksi client untuk akses jarak jauh
Pengontrolan akses dalam suatu intranet Oleh karena infrastruktur VPN menggunakan infrastruktur telekomunikasi umum, maka dalam VPN harus menyediakan beberapa komponen, antara lain:
A. Konfigurasi, harus mendukung skalabilitas platform yang digunakan, mulai dari konfigurasi untuk kantor kecil sampai tingkat enterprise (perusahaan besar).
      B. Keamanan, antara lain dengan tunneling (pembungkusan paket data), enkripsi, otentifikasi paket, otentifikasi pemakai dan kontrol akses Layanan-layanan VPN, antara lain fungsi Quality of Services (QoS), layanan routing VPN yang menggunakan BGP, OSPF dan EIGRP Peralatan, antara lain Firewall, pendeteksi pengganggu, dan auditing keamanan Manajemen, untuk memonitor jaringan VPN
VPN (Virtual Private Network) merupakan suatu cara untuk membuat sebuah jaringan bersifat “private” dan aman dengan menggunakan jaringan publik misalnya internet.
 
LAN-to-LAN internetworking
Pengontrolan akses
dalam suatu Intranet
MPLS, (multi-protocol label switching)01
  Adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket.
 
Network MPLS terdiri atas sirkit yang disebut label-switched path (LSP), yang menghubungkan titik-titik yang disebut label-switched router (LSR). LSR pertama dan terakhir disebut ingress dan egress.
  Setiap LSP dikaitkan dengan sebuah forwarding equivalence class (FEC), yang merupakan kumpulan paket yang menerima perlakukan forwarding yang sama di sebuah LSR. FEC diidentifikasikan dengan pemasangan label. Untuk membentuk LSP, diperlukan suatu protokol persinyalan. Protokol ini menentukan forwarding berdasarkan label pada paket. Label yang pendek dan berukuran tetap mempercepat proses forwarding dan mempertinggi fleksibilitas pemilihan path. Hasilnya adalah network datagram yang bersifat lebih connection-oriented

Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia
  VPN-MPLS yang digunakan oleh Perpustakaan Nasional RI menggunakan lebar pita (bandwidth) 2 Mbps untuk masing-masing perpustakaan tersebut menggunakan ISP Telkom.
Skema Jaringan
Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia
 
Thank’s to :
  Deodatus Lama Tokan
  Nisa
  Budi W
  Gardyan.S


1 komentar:

  1. Dyan,...kamu belum mengirim tugas yang pertama ya, tugas yang dikirim lewat email?

    BalasHapus